OPINI TENTANG UN DARI SANG GURU


by. Jamal Nasher, S. Pd.

UN bisa dikatakan menjadi momok dan tolak ukur keberhasilan siswa dan sekolah sekarang ini. Dikatakan menjadi momok karena memang UN menjadi muara dari proses pembelajaran selama 3 tahun menempuh studi. Walaupun secara maknawi keberhasilan pendidikan adalah keberhasilan siswa memperoleh ilmu yang dapat dibawa dan diterapkan dalam kehidupan nyata termasuk didalamnya keberhasilan dalam aspek afektif siswa.

Berbagai cara pun diusahakan pihak sekolah demi keberhasilan siswanya lulus 100% UN. Ikhtiar lahir batin dilakukan mulai dari pemberian jam tambahan sampai istighosah bersama. Hal ini wajar karena patokan kelulusan yang sudah ditetapkan pemerintah mau tidak mau harus dilewati dan otomatis akan menjadi beban tersendiri bagi siswa yang akan menempuh ujian.

Ada banyak faktor yang membuat siswa tidak lulus ujian. Mulai dari ketidakmampuan siswa menjawab soal – soal ujian dikarenakan memang tingkat kemampuan siswa yang minim sampai masalah stres dan percaya diri yang membuat siswa tidak bisa menjawab soal dengan baik. Faktor lain seperti tingkat kelelahan yang cukup tinggi dan kurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi juga bisa jadi penyebab lain. Faktor stres bisa disebabkan karena beban yang ada dipikiran untuk melewati batas ambang minimal kelulusan. Beberapa siswa yang sudah mendapatkan tiket masuk perguruan tinggi favorit gagal gara – gara tidak lulus Ujian Nasional. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ketidakmampuan siswa dalam mengatasi stresnya menjelang dan saat pelaksanaan Ujian Nasional.

Stres inilah yang membuat kemampuan dan daya ingat siswa bisa menurun pada saat Ujian Nasional. Ujian Nasional dapat membuat siswa menjadi ketakutan. Saat diperlukan daya ingat, siswa justru lemah dan gagal dalam ujian. Padahal sebenarnya siswa mampu untuk lulus. Kunci dari semua itu adalah cara belajar yang baik dan efektif. Cara belajar memiliki pengaruh besar terhadap kinerja dalam ujian. Sering kita jumpai banyak siswa yang belajar dengan metode “SKS ( sistem kebut semalam )”. Cara ini memang merupakan satu wujud kemauan siswa untuk belajar tetapi cara ini tidak efektif karena akan membuat konsentrasi dari siswa akan menurun pada waktu menjawab sioal – soal ujian. Bayangkan saja, kondisi fisik yang harus fresh saat ujian menjadi tidak fit gara – gara semalaman harus belajar. Belum lagi ditambah minum banyak kopi agar tetap terjaga pastinya akan membuat konsentrasi jadi menurun drastis keesokan harinya. Banyak siswa juga sering meremehkan pemberian jam tambahan. Kondisi fisik yang sudah capek menerima materi pembelajaran dari pagi membuat semangat siswa jadi berkurang. Siswa cenderung sudah membayangkan bermain bersama temannya diluar atau membayangkan sudah berada di rumah untuk beristirahat.

Dengan cara belajar yang efektif diharapkan para siswa siap secara fisik dan mental untuk menghadapi ujian. Siswa merasa siap dan santai sehingga bisa berkonsentrasi pada saat ujian. Dalam hal ini para siswa dituntut tidak hanya rajin untuk belajar tetapi juga harus cerdas untuk mengatur waktu dan tahu bagaimana cara belajar yang baik itu.

Untuk berhasil dalam ujian, kemauan siswa untuk berhasil harus ditumbuhkan terlebih dahulu. Dengan kemauan yang besar tentunya akan muncul semangat yang besar untuk berusaha keras lulus dalam ujian. Perlu adanya semangat dari dalam diri siswa dan dorongan dari orang – orang disekelilingnya termasuk orang tua dan para guru. Orang tua dan guru harus lebih pro aktif terhadap masalah – masalah yang dihadapi siswa dalam belajar. Hal ini akan membuat para siswa merasa sangat diperhatikan sehingga secara psikologis para siswa juga akan lebih siap menghadapi ujian. Persiapkan diri dengan baik jauh – jauh hari sebelum ujian. Atur jadwal belajar dengan baik secara jangka panjang dengan waktu istirahat di akhir minggu dan malam hari. Tidak lupa tetap berolahraga dan menjaga menjaga pola makan dengan porsi yang seimbang dan teratur. Setelah kemauan dari dalam diri muncul pastinya siswa akan lebih mudah untuk melaksanakan rencana – rencana yang akan disusun. Susun jadwal belajar yang terperinci dan teratur dengan prioritas materi yang sulit dan tetap memberikan porsi belajar untuk materi yang dianggap mudah. Pastikan selalu mengikuti pelajaran di kelas dengan baik, mendengarkan dengan baik, cerna topik yang disampaikan guru dan banyaklah bertanya. Pertanyaan dapat membantu memperjelas hal yang belum dimengerti sepenuhnya dan pengertian yang lebih baik akan membantu memproses informasi lebih efektif. Dalam hal ini termasuk pada saat pemberian jam tambahan. Buat suasana hati menjadi senang terlebih dahulu, senangi guru dan pelajaran yang diampunya. Kerjakan soal – soal latihan ujian dengan baik jangan merasa cepat bosan, karena semakin sering berlatih kita akan semakin terampil. Sama dengan ungkapan pisau yang sering dipakai dan diasah akan tetap terjaga ketajamannya. Begitu juga dengan otak dan kemampuan kita, semakin sering diasah akan semakin terasah pula kemampuan kita. Saat di rumah, mulailah belajar dengan kondisi yang serba enak, usahakan perut tidak kosong dan carilah tempat favorit di rumah. Bisa juga sambil mendengarkan musik bagi yang merasa dengan mendengarkan musik bisa membantu mempermudah menyerap materi atau buat suasana yang tenang bagi yang menyukai belajar di keheningan. Tidak lupa luangkan cukup waktu untuk sekedar bersantai sebentar atau menikmati cemilan. Mulailah dengan membaca catatan mengenai topik tertentu sebelum mulai berlatih dengan soal – soal ujian. Coba juga membaca bacaan tambahan yang berkaitan dengan topik tadi sehingga akan lebih memperkaya materi dan barulah mengerjakan soal – soal latihan ujian. Perlu juga kita merebahkan diri dan pejamkan mata sejenak untuk sekedar membayangkan dan mencoba memahami materi yang sudah dipelajari. Untuk rumus, kutipan dan materi yang mirip, cobalah buat kata – kata pengingat ( contohnya : “mejikuhibiniu untuk mengingat warna – warna pelangi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu”). Hal ini dimaksudkan agar materi tersebut lebih mudah diingat. Yang perlu diingat dari semua itu adalah semua yang sudah direncakan harus dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. Sesekali belajar bersama dengan teman – teman perlu dilakukan, selain merasa senang bertemu dengan teman – teman, belajar bersama bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan materi yang dikuasai, bisa saling tukar informasi serta menumbuhkan kreatifitas baru. Dan yang paling penting dari belajar bersama dengan teman adalah bisa mengurangi stres dan kejenuhan dalam aktifitas pembelajaran sehari – hari. Sempatkan waktu untuk pergi ke suatu tempat, jalan – jalan bersama teman atau keluarga di akhir minggu. Sesekali para guru juga bisa melaksanakan pembelajaran di luar kelas untuk mencari suasana yang berbeda yang lebih fresh dan mengurangi kejenuhan belajar di kelas.

Perlu disadari bahwa setiap manusia memiliki kekuatan serta kelemahan yang berbeda, dari situ siswa harus bisa mengembangkan kemampuan berkonsentrasi dan berpikirnya, menganalisis kelebihan dan kelemahannya serta harus menjaga kondisi psikologisnya agar tetap selalu dalam keadaan yang baik karena kondisi psikologis yang buruk bisa memengaruhi daya ingat siswa. Seringkali orang terlihat lebih cerdas atau merasa memiliki ingatan yang baik hanya karena meyakini dirinya mampu dan memiliki kepercayaan diri yang baik.

Sebelum ujian bayangkan urutan inti dari materi – materi yang sudah dipelajari dan yakinlah semua latihan – latihan dan usaha yang sudah dilakukan akan ada hasilnya. Ingat juga bahwa kondisi fisik yang sehat sangatlah penting, jaga pola makan dengan porsi yang seimbang dan teratur serta cukup istirahat. Selain ikhtiar lahir, do’a merupakan senjata pamungkas dari hamba yang lemah, mintalah pertolongan Allah. Semoga dengan segala usaha yang telah dilakukan, pada saat ujian para siswa merasa siap dan santai sehingga bisa berkonsentrasi dan pada akhirnya sukses dalam ujian dengan hasil yang memuaskan.

~ oleh smpsalafiyahku pada April 25, 2010.

2 Tanggapan to “OPINI TENTANG UN DARI SANG GURU”

  1. memang faktor itu yang sering menjadi kendala, saya setuju dengan tips tersebut. hanya ingin menambahkan, adaq beberapa hal yang harus di ingat, kesadaran siswa juga sangat berpengaruh karena dari situlah akan muncun semangat yang tinggi sehingga siswa mempunyai kemauan yang keras untuk berusaha dengan kebulatan tekad yang dimiliki akan menghasilkan istiqomah dalam belajar dan berdoa. karena memang kelulusan itu ada di tangan kita, dan Allah akan mentakdirkan sesuai dengan usaha kita masing-masing..
    semoga tahun depan smp salafiyah mampu meluluskan siswanya 100 persen dengan kualitas yang 100 persen pula….. Amien…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: